Jumat, 19 Desember 2014

PENGAMBILAN KEPUTUSAN DALAM KONDISI TIDAK PASTI


­­­­­­
KELAS       :  4EA17
NAMA       : VINKA NOVIANI ADJI
NPM           : 17211290

TULISAN 6

1. Apa yang dimaksud dengan keputusan dalam kondisi ketidakpastian ?
JAWAB :
Keputusan dalam kondisi ketidakpastian adalah pengambilan keputusan di mana terjadi hal-hal sebagai berikut :
-      Tidak diketahui sama sekali hal jumlah kondisi yang mungkin timbul serta kemungkinan-kemungkjinan muncul kondisi-kondisi itu.
-      Pengambilan keputusan tidak dapat menentukan probabilias terjadinya berbagai kondisi atau hasil yang keluar.
-      Yang diketahui hanyalah kemungkinan hasil dari suatu tindakan, tetapi tidak dapat diprediksi berapa besar probabilitas setiap hasil tersebut.
-      Pengambilan keputusan tidak mempunyai pengetahuan atau informasi lengkap mengenai peluang bermacam-macam keadaan tersebut.
-      Hal yang akan diputuskan biasanya relatif belum pernah terjadi.
-      Tingkat ketidakpastian keputusan semacam ini dapat dikurangi dengan beberap, antara lain :
1.      Mencari informasi lebih banyak
2.      Memalui riset atau penelitian
3.      Penggunaan probabilitas subjektif

2.   Bagaiman menyelesaikan pengambilan keputusan dalam kondisi ketidakpastian berdasarkan kriteria :
a.   Maximax                    d. Lapace
b.   Minimax                     e. Realisme
c.    Maximin
JAWAB  :
a.   MAXIMAX
Pada kriteria ini pengambil keputusan dianggap sangat optimis. Kriteria maximax ini adalah kriteria yang tidak valid, karena hanya mempertimbangakan hasil yang paling optimistic dan mengabaikan semua keadaan yang mungkin, seperti pay-off dan probabilitas yang lainnya.

b.  MINIMAX
Pada kriteria ini pengambil keptusan dapat diperoleh hasil keputusan yang maksimal agar tidak terjadi suatu penyelesaian, dan dapat bertindak kedepan dengan melihat keadaan masa lalu. Menurut kriteria ini, pengambil keputusan akan mengalami suatu kerugian apabila suatu kejadian terjadi menyebabkan alternatif yang dipilih kurang dari pay-off maksimal.
c.  MAXIMIN
Pada kriteria ini, pengambil keputusan dianggap pesimis atau konservatif tentang masa depan. Menurut kriteria ini, hasil terkecil untuk setiap alternatif dibandingkan dengan alternatif yang menghasilkan nilai maksimal dari hasil-hasil minimal yang dipilih atau memilih alternative yang minimalnya paling besar.

d.  LAPACE
Menurut kriteria ini, pengambilan keputusan mengasumsikan bahwa probabilitas terjadinya berbagai kondisi adalah sama besarnya. Pada kriteria ini, pengambilan keputusan-keputusan tidak dapat menentukan atau mengetahui probabilitas terjadinya berbagai hasil, sehingga diasumsikan bahwa semua peristiuwa mempunyai kemungkinan sama untuk terjadinya atau setiap hasil memiliki probabilitas yang sama, hasil yang dipilih adalah hasil yang memiliki nilai tertimbang tertinggi.

e.   REALISME
Kriteria ini merupakan kriteria antara maximax dan minimax, antara optimis dan pesimis. Pengambilan keputusan yang tepat biasanya memperlihatkan suatu campuran optimisme dan pesimisme.

3.   Berikut ini tabel berisikan nilai pay off peningkatan kapasitas produksi perusahaan rekaman dan kaset (pay off dinyatakan sebagai laba sepanjang 5 tahun mendatang.)

Alternatif
Keputusan
Prospek Permintaan
Tinggi
Sedang
Rendah
Gagal
Perluasan Pabrik lama
500 juta
250 juta
- 250 juta
- 450 juta
Bangunan Pabrik baru
700 juta
300 juta
- 400 juta
- 800 juta
Sub Kontrak
300 juta
150 juta
- 25   juta
- 100 juta

a.  Dengan kriteria maximax, keputusan apa yang diambil ?
b.  Dengan kriteria maximin,  keputusan apa yang diambil ?
c.  Dengan kriteria Laplace,    keputusan apa yang diambil ?
d.  Dengan kriteria Realisme, keputusan apa yang diambil ?
JAWAB :

a.   Dengan kriteria maximax

                    Pay Off Maximum (dalam jutaan rupiah)
Alternatif Keputusan
Pay off Maksimum
Perluasan Pabrik Lama
500
Bangunan Pabrik baru
700
Sub-kontrak
300

Berdasarkan kriteria ini maka alternative keputusan yang dipilih adalalah Bangunan Pabrik Baru, karena memberikan hasil maksimal dari hasil yang  maksimal yaitu sebesar Rp 700 juta.
b.   Dengan Kriteria Maximin

             Pay Off Minimum (dalam jutaan rupiah)
Alternatif Keputusan
Pay off Minimum
Perluasan Pabrik Lama
-450
Bangunan Pabrik baru
-800
Sub-kontrak
-100

Berdasarkan kriteria maximin ini maka alternative keputusan yang dipilih adalah Sub-kontrak, karena memberikan hasil maksimal dari hasil yang  terkecil yaitu sebesar -100 juta.

c.  Dengan kriteria Laplace
Dalam kasus ini, terdapat 4 alternatif keputusan, yaitu perluasan pabrik lama, bangunan pabrik baru dan sub kontrak. Maka probabilitas setiap alternatif keputusan adalah   Dengan demikian, nilai tertimbang hasil alternatif keputusan dari ketiga pilihan adalah:
§  Perluasan Pabrik Lama       =  (500) +  (250) +  (-250) +  (-450)
= - 12,5
§  Bangunan Pabrik Baru        =  (700) +  (300) +  (-400) +  (-800)
= -50
§  Sub Kontrak                     =   (300) +  (150) +  (-25) +  (-100)
= 81,25
Karena nilai tertimbang sub kontrak yang tertinggi, maka pengambil keputusan akan memilih sub kontrak.

d.   Dengan Kriteria Realism  (α= 0,65)

                        Pay off Maksimal dan Minimal
Alternatif
Keputusan

Pay off
Maksimal
Minimal
Perluasan Pabrik Lama
500
-450
Bangunan Pabrik baru
700
-800
Sub-kontrak
300
-100

α = 0,65 maka :
1 – α = 1 – 0,65 =  0,35

UR PPL         = 500 (0,65) + (-450) (0,35)      =   167,5 
UR BPB         = 700 (0,65) + (-800) (0,35)      =    175
UR SK                 = 300 (0,65) + (-100) (0,35)      =    160          

Karena UR yang tertinggi adalah 175. Maka dipilih alternatif pengambilan keputusan pada Bangunan Pabrik Baru (BPB), Jadi bangunan pabrik baru memiliki ukuran realisme (nilai tertimbang tertinggi) sebesar 175
 



­­­­

Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.