Kamis, 06 November 2014

KONSEP PROBABILITAS

NAMA       : VINKA NOVIANI ADJI
KELAS      : 4EA17

NPM           : 17211290



1.      Jelaskan arti istilah-istilah berikut
(a)     Probabilitas ,
(b)     Percobaan , Ruang Sample , Titik Sampel dan Peristiwa ,
(c)      Peristiwa saling Lepas.
JAWAB :

(a)   Probabilitas
Probabilitas adalah kemungkinan yang dapat terjadi dalam suatu peristiwa tertentu.
Definisi probabilitas dapat dilihat dari tiga macam pendekatan, yaitu pendekatan
klasik, pendekatan frekuensi relatif dan pendekatan subjektif.
·         Menurut pendekatan klasik Probabilitas diartikan sebagai hasil bagi banyaknya peristuwa yang dimaksud dengan seluruh peristiwa yang mungkin dirumuskan:
                                     P(A) = 
·         Pendekatan Frekuensi Relatif
Probabilitas berdasarkan pendekatan ini sering disebut sebagai probabilitas emperis. Nilai probabilitas ditentunkan melalui percobaan, sehingga nilai probabilitas itu merupakan limit dari frekuensi relatif peristiwa tersebut.
·         Pendekatan Subjektif
Probabilitas adalah sebaga tingkat kepercayaan individu atau kelompok yang
didasarkan pada fakta-fakta atau peristiwa masa lalu yang ada atau berupa terkaan saja.

(b)   Percobaan , Ruang Sample , Titik Sampel dan Peristiwa
§  Percobaan
Adalah proses dimana pengukuran/ Observasi yang bersangkutan dilaksanakan
§  Ruang sampel
Adalah himpunan semua hasil yang mungkin pada suatu percobaan
§  Titik Sampel
Adalah  Setiap anggota atau elemen dari pada ruang sampel
§  Peristiwa
Adalah himpunan dari ruang sampel pada suatu percobaan/ hasil yang dimaksud dari percobaan yang bersangkutan

(c)    Peristiwa saling Lepas
Dua peristiwa atau lebih disebut peristiwa saling lepas apabila kedua atau lebih
peristiwa tersebut tidak bisa terjadi pada saat bersamaan.

2.      Berikan contoh-contoh peristiwa pada soal no 1.??
JAWAB :
a.      Probabilitas
·         Contoh Pendekatan Klasik
Kelas 4EA17 terdiri dari 10 orang mahasiswa pria (A) dan 35 orang mahasiswa wanita (B). Jika mereka semua memiliki KRS, berapakah probabilitas yang diambil secara acak milik mahasiswa wanita ?
Jawab: P (A) =  =  


·         Contoh Pendekatan Frekuensi Relatif
Dari hasil penelitian diketahui bahwa ada 2 orang dalam  satu rumah terkena sakit kepala karena cuaca yang panas . Apabila dalam rumah itu terdiri dari 6 orang, berapa probabilitas banyaknya yang terkena sakit kepala pada cuaca yang panas ?
Jawab: P (A) =

·         Contoh Pendekatan Subjektif
 Dalam kontes pemilihan Puteri kampus ada 5 orang mahasiswa puteri yang telah lolos kebabak final . Kelima puteri tersebut sama-sama pintar , sama-sama cantik dan sama-sama termasuk dalam kriteria yang diajukan oleh pihak kampus ( Juri ). Jadi Probabilitas tertinggi yang akan menjadi pemenang ditentukan secara subjektif oleh para juri.

b.      Percobaan , Ruang Sample , Titik Sampel dan Peristiwa
Dua buah mata uang setimbang dilemparkan ke atas. Menentukan ruang
sampel, titik sampel, dan peristiwa yang mungkin ?
Jawab :
Percobaan : pelemparan dua mata uang logam
Ruang sampel : {A,G}, {A,A}, {G,A}, {G,G}
Titik sampel : G (gambar) dan A (angka)
Peristiwa yang mungkin :
1. AA (angka dengan angka)
2. AG (angka dengan gambar)
3. GG (gambar dengan gambar)
4. GA (gambar dengan angka)



c.       Peristiwa saling Lepas.
Disebuah tabung tertutup terdapat 3 bola kuning  , 4 bola merah dan   5 bola hitam. Berapa peluang  mendapat bola hitam atau  kuning dalah?
Jawab :
P ( Hitam ÈKuning ) = P(Hitam) + P( Kuning )
P ( Hitam ÈKuning) =   + 
P ( Hitam ÈKuning ) =   = 


3.      Dua buah dadu di lempar sekali, tentukan nilai probabilitas dari kejadian-kejadian berikut :
(a)   Hasil lemparan muncul angka sama
(b)   Hasil lemparan muncul angka Prima
(c)    Hasil lemparan muncul angka  7 (Tujuh)
JAWAB :

TABEL PELEMPARAN 2 DADU
Dadu Kedua
1
2
3
4
5
6
Dadu Pertama
1
( 1 , 1 )
( 1 , 2 )
( 1 , 3 )
( 1 , 4 )
( 1 , 5 )
( 1 , 6 )
2
( 2 , 1 )
( 2 , 2 )
( 2 , 3 )
( 2 , 4 )
( 2 , 5 )
( 2 , 6 )
3
( 3 , 1 )
( 3 , 2 )
( 3 , 3 )
( 3 , 4 )
( 3 , 5 )
( 3 , 6 )
4
( 4 , 1 )
( 4 , 2 )
( 4 , 3 )
( 4 , 4 )
( 4 , 5 )
( 4 , 6 )
5
( 5 , 1 )
( 5 , 2 )
( 5 , 3 )
( 5 , 4 )
( 5 , 5 )
( 5 , 6 )
6
( 6 , 1 )
( 6 , 2 )
( 6 , 3 )
( 6 , 4 )
( 6 , 5 )
( 6 , 6 )

(a)   Hasil lemparan muncul angka sama
Hasil yang dimaksud ( X= 6 )
     [ (1,1) ; (2,2) ; (3,3) ; (4,4) ; (5,5) ; (6,6) ]
Hasil yang mungkin ( n = 36 )
                            P(A) = angka sama =  =  = 0, 1667

(b)   Hasil lemparan muncul angka Prima ( 1, 2, 3, 5,....... Dst)
·         SUGEST 1  ( muncul berjumlah prima 1,2,3,5,11)
Hasil yang dimaksud ( X =11)
    [ (1,1) ; (1,2) ; (2,1) ; (2,3) ; (2,5) ; (3,2) ; (3,4) ; (4,3) ; (5,2) ; (5,6) ; (6,5) ]
Hasil yang mungkin ( n = 36 )
                            P(A) = angka Prima =  =
·         SUGEST 2  (  Muncul angka prima 1,2,3,5)
Hasil yang dimaksud ( X =32)
    [ (1,1) ; (1,2) ; (1,3) ; (1,4) ; (1,5) ; (1,6) ; (2,1) ; (2,2) ; (2,3) ; (2,4) ; (2,5) ; (2,6) ;     (3,1) ; (3,2) ; (3,3) ; (3,4) ; (3,5) ; (3,6) ; (4,1) ; (4,2) ; (4,3) ; (4,5)  ; (5,1) ; (5,2) ;     (5,3) ; (5,4) ; (5,5) ; (5,6) ; (6,1) ; (6,2) ; (6,3) ; (6,5) ]
Hasil yang mungkin ( n = 36 )
                            P(A) = angka Prima =  ==


(c)    Hasil lemparan muncul angka  7 (Tujuh)
Hasil yang dimaksud ( X =6 )
    [ (1,6) ; (2,5) ; (3,4) ; (4,3) ; (5,2) ; (6,1) ]
Hasil yang mungkin ( n = 36 )
                                                P(A) = angka sama =  =  = 0, 1667


4.      Berikut ini hasil penjualan 31 salesman dari perusahaan maju terus
X
15
20
17
25
10
F
3
8
6
12
2




X= hasil penjualan (satuan)
Berapa probabilitas seorang salesman yang hasil penjualannya 8 (Delapan)
JAWAB :

Frekuensi Salesman yang hasil penjualannya 8 (f)
Jumlah salesman = 31

                                                P (X=8) = V

KASUS DALAM PEMASARAN GLOBAL

TULISAN 3

NAMA       : VINKA NOVIANI ADJI
KELAS      : 4EA17
NPM           : 17211290


KASUS DALAM PEMASARAN GLOBAL

            Perkembangan dunia bisnis sudah semakin pesat dan berkembang, setiap bisnis dan pelaku bisnis berusaha untuk eksis mulai dari membangun, berkembang, mencapai kestabilan, memperluas, memelihara, mempertahankan, menciptakan inovasi dan kreasi-kreasi baru itulah proses bagaimana perjalanan suatu bisnis yang merupakan life cycle kehidupan berbisnis. Kalau kita gambarkan bagaimana perjalanan kehidupan bisnis dari mulai bisnis lokalan, merambah ke pasar domestik, menguasai pasar nasional, kemudian meningkat lagi menjadi pasar regional antar negara dan bila sudah besar cakupan bisnis tersebut akan memasuki pasar global, dimana pasar sudah tidak bisa dibatasi lagi akan menembus setiap penjuru negara di dunia. Inilah era “pemasaran global” setiap bisnis yang dibangun dengan baik tentunya akan menembus pasar global, dengan demikian pemasaran global menjadi topik yang penting untuk dipelajari dan dikaji oleh setiap pebisnis yang yang punya ambisi, visi, misi sukses ke depan meraih pasar global.

            Kini persaingan dalam dunia gadget dan smartphone memang begitu keras. Namun ada sebuah tesis menarik dalam industri ini : hanya mereka yang menguasai aspek software dan hardware sekaligus yang akan menguasai dunia digital masa depan. Ada tiga pelajaran tentang inovasi bisnis dari drama ini – berderat lesson yang bisa Anda petik, apapun jenis industri yang tengah Anda geluti saat ini. Sebab inovasi memang tak mengenal jenis bisnis. Either you innovate or die :
§  Innovation Lesson # 1 : Core Competencies will Win. Inovasi akan selalu dimenangkan oleh mereka yang menguasai core competency dalam industrinya. Dalam kasus industri gadget, core competencies itu adalah pada penguasaan dua bidang sekaligus : hardware design dan software. Siapa yang menguasai dua aspek ini akan menang.
§  Innovation Lesson # 2 : Collaborative Innovation. Kalau kita tidak menguasai core competencies yang dibutuhkan dalam sebuah bisnis, tak ada salahnya kita melakukan kolaborasi dengan mereka yang memilikinya.
§  Innovation Lesson # 3 : Speed. Speed. Speed. Dalam derap perubahan yang melaju dengan kencang, respon yang lamban (atau apalagi penuh birokrasi) akan membuat Anda tewas dilibas pesaing.

            Dalam kasus ini Nokia dan Blackberry amat lamban merespon dinamika itu. Terlalu banyak analisa. Terlalu lamban mengambil decision. Nokia dan Blackberry adalah dua raksasa yang tampak begitu perkasa namun tengah limbung. Tertatih-tatih menapak jalan terjal kompetisi yang begitu brutal. What went wrong? Dan pelajaran bisnis apa yang bisa dipetik dari drama robohnya dua legenda ini? . Dan sayangnya, hanya ada satu perusahaan yang dahsyat dalam dua elemen itu : baik software / hardware. Nama perusahaan itu Apple. Dan faktanya, perusahaan inilah yang kemudian memporak-porandakan pangsa Nokia dan BB di seluruh dunia. Bersama Samsung, Apple kini menguasai 75 % pangsa pasar smartphone global.

            Namun kini BlackBerry akhirnya "kembali ke jalur" setelah meluncurkan BlackBerry Passport, ponsel layar sentuh yang dilengkapi dengan keyboard fisik. Perusahaan asal Kanada ini mengaku tahun lalu mereka terlalu gegabah lantaran ikut meluncurkan ponsel layar sentuh, yakni Z30 dan Z10, dan meninggalkan ciri khas mereka: ponsel dengan keyboard fisik QWERTY.

"Kami dulu memang membuat kesalahan karena terlalu agresif. Sekarang Anda bisa melihat kami sangat fokus. Ini adalah kekuatan profesional," ujar COO BlackBerry Marty Beard kepada BBC News, Rabu, 24 September 2014.

            Penjualan BlackBerry sempat mengalami penurunan drastis. Pada periode 2011, ponsel BlackBerry terjual hingga 13,2 juta unit. Lalu, tiba-tiba jumlah penjualan terjun bebas dan jatuh pada angka 6,8 juta pada 2013 karena tak mampu bersaing dengan perusahaan lain, seperti Samsung dan Apple. Beard juga mengakui saat ini banyak vendor ponsel pintar yang menyajikan industri perbankan, kesehatan, atau game dalam produknya, dan sukses besar. Marty optimistis BlackBerry siap kembali bersaing dan segera memiliki pijakan yang kuat di platform ponsel pintar. 

"BlackBerry kembali menawarkan arsitektur komunikasi end-to-end yang paling aman di pangsa ponsel pintar, khususnya perangkat bagi pelaku bisnis," kata Beard. 


BlackBerry meluncurkan BlackBerry Passport pada Rabu, 24 September 2014, di sejumlah negara, seperti Kanada, Inggris, Uni Emirat Arab, Prancis, dan Amerika Serikat. Meski bersistem operasi BlackBerry 10 OS 10.3, ponsel seharga Rp 2,4 juta ini tetap bisa menjalankan aplikasi Android.